Berita Terbaru
66 artikel
PT Kilang Pertamina Internasional Unit VI Balongan bersama Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Balongan (SP-PBB/FSPPB) Memberangkatkan Relawan Peduli Bencana Gempa Cianjur Indramayu, PT Kilang Pertamina Internasional Unit VI Balongan dan Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Balongan (SP-PBB) kembali memberangkatkan Relawan Peduli Bencana Gempa Cianjur pada Sabtu (10/12/22) di halaman Sekretariat Posko Bencana SP-PBB Komplek Perumahan Bumi Patra Indramayu. Pemberangkatan relawan dilepas oleh Ketua Umum SP-PBB Wawan Darmawan dan Tim Management Pertamina RU VI Balongan. Tim Relawan Peduli Bencana SP-PBB akan menyalurkan bantuan hasil donasi Pekerja, Mitra Kerja dan Keluarga Besar Pertamina RU VI Balongan bersama dengan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) serta melakukan tindak lanjut atas hasil assestment Tim Relawan Peduli Bencana yang telah diberangkatkan sebelumnya. "Relawan ini adalah tim ke-2 yang diberangkatkan ke Cianjur untuk menyampaikan Bantuan Langsung kepada korban bencana dan juga menindaklanjut bantuan hasil assesment yang telah dilakukan pada awal terjadinya bencana" ungkap Wawan Darmawan Ketua Umum SP-PBB yang akrab dipanggil Ketum WD Hadir dalam acara pemberangkatan, Tim Management RU VI Balongan yang diwakili oleh Manager Human Capital RU VI Balongan dan Manager HSSE RU VI Balongan. Dalam sambutannya, Tim Management berharap keselamatan dan kesehatan Relawan tetap harus menjadi yang utama. "kami berharap Tim Relawan yang diberangkatkan saat ini berangkat dengan selamat dan pulang juga dengan selamat seperti saat ini". Kata Mahardhika Putra Kurnia selaku Manager Human Capital. Selain itu Tim Management juga memberikan apresiasi kepada para Relawan yang telah peduli dan tanggap untuk membantu meringankan beban para korban bencana, hal tersebut disampaikan oleh Manager HSSE dr. Nur Muhamad Marheliansyah. "kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan yang berangkat maupun standby disini (Sekretariat Posko Bencana) untuk menggalang donasi dan support segala sesuatunya". Ketum WD menambahkan, pemberangkatan yang bertepatan dengan HUT PT Pertamina (persero) yang ke 65 Tahun merupakan sebagai wujud syukur atas hadirnya Pertamina bagi Rakyat Indonesia. "hari ini bertepatan dengan ulang tahun PT Pertamina ke 65 sebagai rasa kepedulian dan peran Pekerja dan keluarga RU VI .dalam kepedulian social, ini juga sebagai wujud syukur atas hadirnya Pertamina bagi Rakyat Indonesia yang hari ini sedang ulang tahun semoga berkah dan bermanfaat untuk membantu para korban. Kado Terbaik untuk Warga Terdampak Gempa ya". Kemudian disampaikan pula ucapan terima kasih kepada para Donatur. "terima kasih kepada para Donatur atas segala support-nya, mudah-mudahan kegiatan ini menjadikan berkah untuk Pekerja, keluarga dan Pertamina secara keseluruhan". Diketahui sebelumnya terjadi gempa bumi pada Senin (21/11), pukul 13.21 WIB di sebelah barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan kekuatan hingga 5,6 Skala Richter. Hingga Selasa (22/11), telah terjadi empat gempa susulan setelah gempa pertama dengan kekuatan berkisar 2,6-5,1 Skala Richter. (Red-Sie. Media & Informasi SP-PBB)
Yogyakarta, (4/12/22) Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma (SPP PWK) Cilacap menggelar pelatihan organisasi dalam rangka kaderisasi pengurus di Kaliurang Resort, Yogyakarta, Jumat- Minggu (2- 4/12/2022). Kegiatan bertema SPP PWK Ksatria (Kritis, Solid, Akuntabel, Tangguh, Rasional, Intelektual, Amanah) ini melibatkan 140 peserta perwakilan seluruh konstituen Serikat Pekerja Pertamina di Indonesia. Selama 2 hari peserta mendapatkan materi tentang Study Case Hubungan Industrial dan Advokasi, Wawasan Kebangsaan, Hubungan Industrial Perjuangan & Pergerakan Serikat Pekerja, Sejarah Perkembangan Serikat Pekerja, serta Insight Session dan Sharing Session. Dewan Penasehat Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Abdul Halim yang memaparkan Study Case Hubungan Industrial menyampaikan Undang-undang (UU) ketenagakerjaan, seperti perselisihan hubungan industrial beserta alur penyelesaian sesuai UU 2/2004. "Masalah terjadi saat harapan tidak sesuai kenyataan, sehingga berpotensi menjadi perselisihan," ujarnya. Selanjutnya Kabid Hubungan Industrial & Jamsostek Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Cilacap, Mustika Permanasari menjelaskan posisi pemerintah dalam hubungan industrial. "Posisi pemerintah berada di antara hak dan kewajiban antara perusahaan dan buruh atau serikat pekerja," ujarnya. Terkait Pergerakan dan Perjuangan Serikat Pekerja berikut Sejarah Perkembangannya, dibedah oleh Kabid Hubungan Industrial FSPPB, Kriswati Ningsih. "Dengan lahirnya PT Pertamina (Persero) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 31/2003 tentang Pengalihan Pertamina menjadi Perusahaan Perseroan, maka dibentuklah Serikat Pekerja Pertamina," jelasnya. Dikatakan, melalui Peraturan Menteri (Permen) Tenaga Kerja RI Nomor 3/1993, pemerintah memberlakukan pendaftaran serikat pekerja mensyaratkan aturan yang memberatkan. "Permen dicabut pada masa reformasi 1998 sehingga bermunculan cikal bakal serikat pekerja," ujarnya. Sedangkan materi Wawasan Kebangsaan disampaikan oleh Komandan Kodim 0703/Cilacap, Letkol (Inf) Andi Afandi. Sementara itu Presiden FSPPB, Arie Gumilar yang hadir bersama Penasehat FSBB, Ugan Gandar mengingatkan kembali peran pekerja sebagai pekerja pejuang dan pejuang pekerja. “Peran pekerja Pertamina tak luput dari kewajiban menjaga kedaulatan energi dan kelangsungan bisnis perusahaan serta memperjuangkan hak pekerja. Perjuangan ini akan berat jika kita tidak bersatu, tegasnya. Dalam kesempatan itu dilakukan peluncuran buku berjudul Teori & Praktek Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial 2022 karya Abdul Halim, ditandai dengan penyerahan simbolis kepada Presiden Arie Gumilar dan Ketua Umum SPP PWK, Titok Dalimunthe. Kegiatan diakhiri outbound sebagai upaya menguatkan tim (team building) agar peserta mampu berkolaborasi dan menjalankan tugas sesuai peran masing-masing.
Tanganrakyat.id, Balongan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode tahun 2022-2024 PT Pertamina (Persero) diyakini akan membuat hubungan industrial antara pekerja Pertamina dengan perusahaan akan semakin jadi lebih baik dan Dinamis. Hal tersebut disampaikan General Manager PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan Diandoro Arifian pada kegiatan Sosialisasi PKB Pertamina (Persero) yang bertajuk Integrator Restrukturisasi Pertamina yang diselenggarakan di Gedung Patra Ayu, Perumahan Bumi Patra pada 22 Agustus 2022 lalu. Diandoro mengatakan, pada Perjanjian Kerja Bersama tertulis jelas hak dan kewajiban pekerja Pertamina dan perusahaan. Hal ini, kata GM, sangat bermanfaat karena akan memberikan manfaat untuk keberlangsung bisnis perusahaan yang dibarengi penguatan sinergi dan keharmonisan pekerja dan perusahaan maupun kepada stakeholder. PKB ini merupakan suara dari pekerja itu sendiri melalui perundingan dengan perusahaan, Tentunya dengan PKB ini kita mengharapkan juga bisa meningkatkan produktivitas kerja kita semua, kata GM. GM Menyampaikan, pekerja Pertamina yang tergabung dalam serikat pekerja sangat berperan penting dalam keberlangsungan bisnis perusahaan. Project-Project yang baru saja dilakukan seperti Turn Around, Revitalisasi RCC, dan RDMP bisa sukses dan kini kilang Balongan beroperasi dengan lebih optimal. Saat ini Kilang kita sudah Fly to the Sky, dan ini semua berkat dukungan kuat dari SP-PBB nya Balongan yang dipimpin pak Ketum, pak Sekjen,dan semua pengurusnya, ungkap GM. Sementara itu, Ketua Umum Serikat Pekerja Bersatu Balongan (SP-PBB) Tri Wahyudi, SE dalam sambutannya mengatakan PKB Pertamina (Persero) periode 2022-2024 atau PKB ke-8 ini merupakan yang terbaik karena proses perundingannya yang cukup memakan waktu, tenaga dan fikiran karena adanya perubahan strukturisasi perusahaan. Dikatakan Tri Wahyudi, Serikat Pekerja tidak hanya melakukan upaya demi kesejahteraan anggota tetap juga ikut dalam menjaga proses bisnis perusahaan. Pekerja RU VI harus solid, kuat, bergandengan tangan baik sesama pekerja di frontline maupun dengan GM dan Tim Manajemen agar memperkokoh kekompakan yang telah terjalin, tegas Ketum SPP-BB Tri Wahyudi. Tri Wahyudi juga menegaskan, dengan PKB 8 ini bisa turut meningkatkan semangat kerja seluruh anggota serikat pekerja dalam mendukung program-program yang telah dicanangkan perusahaan serta turut mendukung tercapainya Key Performance Indicator GM Pertamina RU VI Balongan. (Yul) Sumber : https://www.tanganrakyat.id/2022/08/23/perjanjian-kerja-bersama-pkb-2022-2024-membuat-hubungan-industrial-antara-pekerja-pertamina-dan-perusahaan-jadi-lebih-dinamis/
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP Pjs. GM PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap, Arief Budiyanto menyatakan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2022-2024 sebagai PKB terbaik, bagi pekerja maupun perusahaan. Hal itu disampaikan Arief dalam Sosialisasi PKB Pertamina (Persero) di gedung Patra Graha, Cilacap, Jumat (5/8/2022). Dijelaskan Arief PKB menjadi salah satu tolak ukur dan hasil dari perundingan perusahaan dan pekerja yang berlangsung sangat baik. Sesuai tema Integrator Restrukturisasi Pertamina, seluruh elemen perusahaan harus bisa berperan dan memastikaan perusahaan semakin eksis untuk mencapai visi dan misi bersama, katanya. Arief menilai, keberadaan PKB ke-8 ini memberikan manfaat besar di antaranya mempertegas dan memperjelas hak dan kewajiban perusahaan dan pekerja, serta menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan sangat penting dalam mengawal proses bisnis. Selain itu menjadi motivasi terciptanya lingkungan kerja yang bisa meningkatkan produktivitas, sehingga secara otomatis target perusahaan akan tercapai dengan mudah, imbuhnya. Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Ari Gumilar dalam sambutan yang dibacakan Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma, Titok Dalimunthe menyebutkan PKB menjadi upaya melindungi sekaligus ungkapan cinta bagi pekerja dan Pertamina. Ini adalah rangkaian kata demi kata yang dimusyawarahkan sejak terbit matahari demi ide-ide yang diperjuangkan, tegasnya. Senafas dengan tema besar PKB Integrator Restrukturisasi Pertamina, hal ini sesuai dengan keadaan yang dialami seluruh pekerja pasca bergulirnya restrukturisasi di Pertamina dengan harapan, PKB menjadi naungan serta memberikan rasa aman terkait hak pekerja. Di sisi lain juga mendukung terwujudnya hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan di Pertamina, ungkap Titok. Sementara itu sosialisasi PKB disampaikan dalam sesi pemaparan dan diskusi, dipandu oleh Manager HC RU IV, Yudhistiro Tri Prakoso. Dihadiri narasumber Vice President Human Capital PT KPI, Dewi Kurnia Salwa; Senior Expert III Health Policy & Risk Management Pertamina (Persero), dr. Arif Hening Mustikaningrum; Sekjend FSPPB, Sutrisno; Kabid Organisasi, Pemberdayaan Konstituen & Aksi FSPPB, Sofyani Faisol; dan Ketua SPP RU III Plaju, Herdiyan Darmawan. Sosialisasi diselenggarakan secara daring dan luring diikuti oleh lebih dari 300 pekerja. (*) Sumber : https://jateng.tribunnews.com/2022/08/09/pertamina-sosialisasikan-perjanjian-kerjasama-bersama-periode-2022-2024-jadi-yang-terbaik
Jakarta, (NusaLontar.com) – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) merupakan wadah bagi para pekerja Pertamina grup yang menjadi anggota Serikat Pekerja Pertamina. FSPPB telah memasuki usia ke-19 tahun pada 18 Maret 2022 ini. Di usia FSPPB yang ke-19 ini, FSPPB tetap semangat dan hadir menjaga kedaulatan energi nasional demi kesejahteraan rakyat Indonesia,ucap Presiden FSPPB 2021-2024, Arie Gumilar kepada media, Jumat (18/03/2022) di Jakarta. Menurut Arie, kedaulatan energi menjadi salah satu bagian kedaulatan dari sebuah negara. Patut dipahami bahwa suatu negara akan berdaulat paling tidak memiliki 3 kedaulatan, yaitu kedaulatan pangan, kedaulatan ekonomi, dan kedaulatan energi, sebut Arie. Kata dia, apa yang FSPPB perjuangkan selama ini sesuai amanat Undang-undang 1945 Pasal 33, yaitu cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak, mutlak dikuasai oleh negara. Apalagi yang datangnya dari sumber kekayaan alam yang ada di Indonesia harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Arie juga seraya mengingatkan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan potensial di bidang energi. Indonesia kaya energi yang tak hanya fosil seperti minyak bumi, batubara, tetapi juga energi baru terbarukan yang potensinya sangat besar. Ada 482 Gigawatt potensi energi terbarukan di negeri ini. Belum termasuk energi baru dari uranium, plutonium, dan torium, yang baru-baru ini ditemukan. Ini mutlak harus dikuasai oleh negara, terangnya. Disebutkan Arie lagi, Pertamina sejak 2009 sudah mempersiapkan diri jadi perusahaan energi. Dimana yang namanya energi itu harus berdaulat. Jadi, Pertamina tidak akan terganggu dengan hadirnya Energy Baru Terbarukan. Pertamina dapat bertransformasi menjadi perusahaan yang menyediakan energi baru terbarukan di masa mendatang. Arie mengatakan bahwa FSPPB akan bersinergi dengan perusahaan, karena merupakan bagian yang sangat penting dari hubungan industrial. FSPPB tetap komitmen memajukan perusahaan. Acara HUT Ke-19 FSPPB ini juga diisi dengan acara syukuran yang digelar di kantor pusat PT Pertamina dan pemberian bantuan ke Pondok Pesantren Darul Mutiah di wilayah Ciledug Tangerang Selatan. Bantuan dana dari insan pekerja FSPPB diterima langsung oleh pengasuh Pondok H. Abdus Syakur Acara ulang tahun untuk tahun ini berbeda, yang biasanya kita mendatangkan anak-anak yatim ke kantor Pertamina. Tapi untuk saat ini kita yang bersilaturahmi ke mereka. Alangkah lebih afdol kita yang mendatangi mereka. Insya Allah ini sebagai salah satu bentuk bagian perjuangan kita. Bahwa dengan silaturahmi dan bersedekah insya Allah akan diberikan kemudahan untuk Pertamina, pekerja Pertamina, dan Indonesia. Kita berharap Pertamina masih menjadi Perusahaan Energi Kelas Dunia yang menjadikan kebanggaan Indonesia dan memberikan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia, terangnya. Memanfaatkan momentum hari ulang tahun ini mudah-mudahan para pengurus dan seluruh pekerja Pertamina di manapun berada tetap menjaga kekompakan di kepengurusan, solid dengan jiwa korsa berjuang bersama- sama. Semoga kita semua tetap semangat untuk menghadirkan energi untuk negeri, pungkasnya. Sumber : https://nusalontar.com/2022/03/18/rayakan-hut-ke-19-arie-gumilar-fsppb-setia-menjaga-kedaulatan-energi-nasional/
JAKARTA - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) merayakan HUT ke-19 dengan syukuran di kantor pusat PT Pertamina. Kemudian, pemberian bantuan ke Pondok Pesantren Darul Mutiah di wilayah Ciledug, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Bantuan dari insan pekerja FSPPB diterima langsung pengasuh ponpes H Abdus Syakur. FSPPB merupakan wadah bagi para pekerja Pertamina grup yang telah memasuki usia ke-19 tahun pada 18 Maret 2022. Baca juga: Apresiasi Insan Pers, Pertamina Hadirkan Anugerah Jurnalistik Pertamina 2021 Acara tahun ini berbeda. Biasanya kita mendatangkan anak-anak yatim ke kantor Pertamina. Untuk saat ini kita yang bersilaturahmi ke mereka. Alangkah lebih afdol kita yang mendatangi mereka. Insyaallah ini sebagai salah satu bentuk bagian perjuangan kita. Bahwa dengan silaturahmi dan bersedekah insyaallah akan diberikan kemudahan untuk Pertamina, pekerja Pertamina, dan Indonesia. Kita berharap Pertamina masih menjadi perusahaan energi kelas dunia yang menjadikan kebanggaan Indonesia dan memberikan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,ujar Presiden FSPPB 2021-2024 Arie Gumilar, Jumat (18/3/2022). Dia berharap pengurus dan seluruh pekerja Pertamina tetap menjaga kekompakan di kepengurusan serta solid dengan jiwa korsa berjuang bersama-sama. Di usia FSPPB ke-19 ini, FSPPB tetap semangat dan hadir menjaga kedaulatan energi nasional demi kesejahteraan rakyat Indonesia, katanya. Kedaulatan energi menjadi salah satu bagian kedaulatan dari sebuah negara. Patut dipahami bahwa suatu negara akan berdaulat paling tidak memiliki 3 kedaulatan, yaitu kedaulatan pangan, kedaulatan ekonomi, dan kedaulatan energi. Apa yang FSPPB perjuangkan selama ini sesuai amanat UU 1945 Pasal 33 yaitu cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak, mutlak dikuasai oleh negara. Apalagi yang datangnya dari sumber kekayaan alam yang ada di Indonesia harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Baca juga: Pertamina Ajak Masyarakat Berbisnis Arie juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan potensial di bidang energi. Indonesia kaya energi yang tak hanya fosil seperti minyak bumi, batu bara, tetapi juga energi baru terbarukan yang potensinya sangat besar. Ada 482 Gigawatt potensi energi terbarukan di negeri ini. Belum termasuk energi baru dari uranium, plutonium, dan torium yang baru-baru ini ditemukan. Ini mutlak harus dikuasai oleh negara,ungkapnya. Pertamina sejak 2009 sudah mempersiapkan diri menjadi perusahaan energy di mana yang namanya energi itu harus berdaulat. Jadi, Pertamina tidak akan terganggu dengan hadirnya Energi Baru Terbarukan. Pertamina dapat bertransformasi menjadi perusahaan yang menyediakan energi baru terbarukan di masa mendatang. FSPPB akan bersinergitas dengan perusahaan, karena merupakan bagian yang sangat penting dari hubungan industrial. FSPPB tetap komitmen memajukan perusahaan. sumber : https://metro.sindonews.com/read/717727/171/fsppb-rayakan-hut-ke-19-dengan-pemberian-bantuan-ke-ponpes-darul-mutiah-ciledug-1647687830
Jakarta - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) merupakan wadah bagi para pekerja Pertamina grup yang menjadi anggota Serikat Pekerja Pertamina, telah memasuki usia ke-19 tahun pada 18 Maret 2022 ini. Di usia FSPPB Ke-19 ini, FSPPB tetap semangat dan hadir menjaga kedaulatan energi Nasional demi kesejahteraan rakyat Indonesia, demikian ucap Presiden FSPPB 2021 - 2024 Arie Gumilar kepada media, Jumat (18/3/2022) di Jakarta. Kedaulatan energi menjadi salah satu bagian kedaulatan dari sebuah negara. Patut dipahami bahwa suatu negara akan berdaulat paling tidak memiliki 3 kedaulatan, yaitu kedaulatan pangan, kedaulatan ekonomi, dan kedaulatan energi, sambung Arie. Apa yang FSPPB perjuangkan selama ini sesuai amanat Undang-undang 1945 Pasal 33, yaitu cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak, mutlak dikuasai oleh negara. Apalagi yang datangnya dari sumber kekayaan alam yang ada di Indonesia harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Arie juga seraya mengingatkan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan potensial di bidang energi. Indonesia kaya energi yang tak hanya fosil seperti minyak bumi, batubara, tetapi juga energi baru terbarukan yang potensinya sangat besar. Ada 482 Gigawatt potensi energi terbarukan di negeri ini. Belum termasuk energi baru dari uranium, plutonium, dan torium, yang baru-baru ini ditemukan. Ini mutlak harus dikuasai oleh negara, tegasnya. Disebutkan Arie lagi, Pertamina sejak 2009 sudah mempersiapkan diri jadi perusahaan energi. Dimana yang namanya energi itu harus berdaulat. Jadi, Pertamina tidak akan terganggu dengan hadirnya Energy Baru Terbarukan. Pertamina dapat bertransformasi menjadi perusahaan yang menyediakan energi baru terbarukan di masa mendatang. Dan menurut Arie, FSPPB akan bersinergitas dengan perusahaan, karena merupakan bagian yang sangat penting dari hubungan industrial. FSPPB tetap komitmen memajukan perusahaan. Dikatakan Arie lagi saat memberikan bantuan dana ke Pondok Pesantren Darul Mutiah, Acara ulang tahun untuk tahun ini berbeda, yang biasanya kita mendatangkan anak-anak yatim ke kantor Pertamina. Tapi untuk saat ini kita yang bersilaturahmi ke mereka. Alangkah lebih afdol kita yang mendatangi mereka. Insya Allah ini sebagai salah satu bentuk bagian perjuangan kita. Bahwa dengan silaturahmi dan bersedekah insya Allah akan diberikan kemudahan untuk Pertamina, pekerja Pertamina, dan Indonesia. Kita berharap Pertamina masih menjadi Perusahaan Energi Kelas Dunia yang menjadikan kebanggaan Indonesia dan memberikan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia katanya. Memanfaatkan momentum hari ulang tahun ini mudah-mudahan para pengurus dan seluruh pekerja Pertamina dimanapun berada tetap menjaga kekompakan di kepengurusan, solid dengan jiwa korsa berjuang bersama- sama. Semoga kita semua tetap semangat untuk menghadirkan energi untuk negeri pungkas Arie Gumilar. Acara HUT Ke-19 FSPPB ini juga diisi dengan acara syukuran yang digelar di kantor pusat PT Pertamina dan pemberian bantuan ke Pondok Pesantren Darul Mutiah di wilayah Ciledug Tangerang Selatan. Bantuan dana dari insan pekerja FSPPB diterima langsung oleh pengasuh Pondok H. Abdus Syakur.
Jakarta - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) merupakan wadah bagi para pekerja Pertamina grup yang menjadi anggota Serikat Pekerja Pertamina, telah memasuki usia ke-19 tahun pada 18 Maret 2022 ini. Di usia FSPPB Ke-19 ini, FSPPB tetap semangat dan hadir menjaga kedaulatan energi Nasional demi kesejahteraan rakyat Indonesia, demikian ucap Presiden FSPPB 2021 - 2024 Arie Gumilar kepada media, Jumat (18/3/2022) di Jakarta. Kedaulatan energi menjadi salah satu bagian kedaulatan dari sebuah negara. Patut dipahami bahwa suatu negara akan berdaulat paling tidak memiliki 3 kedaulatan, yaitu kedaulatan pangan, kedaulatan ekonomi, dan kedaulatan energi, sambung Arie. Apa yang FSPPB perjuangkan selama ini sesuai amanat Undang-undang 1945 Pasal 33, yaitu cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak, mutlak dikuasai oleh negara. Apalagi yang datangnya dari sumber kekayaan alam yang ada di Indonesia harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Arie juga seraya mengingatkan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan potensial di bidang energi. Indonesia kaya energi yang tak hanya fosil seperti minyak bumi, batubara, tetapi juga energi baru terbarukan yang potensinya sangat besar. Ada 482 Gigawatt potensi energi terbarukan di negeri ini. Belum termasuk energi baru dari uranium, plutonium, dan torium, yang baru-baru ini ditemukan. Ini mutlak harus dikuasai oleh negara tegasnya. Disebutkan Arie lagi, Pertamina sejak 2009 sudah mempersiapkan diri jadi perusahaan energi. Dimana yang namanya energi itu harus berdaulat. Jadi, Pertamina tidak akan terganggu dengan hadirnya Energy Baru Terbarukan. Pertamina dapat bertransformasi menjadi perusahaan yang menyediakan energi baru terbarukan di masa mendatang. Dan menurut Arie, FSPPB akan bersinergitas dengan perusahaan, karena merupakan bagian yang sangat penting dari hubungan industrial. FSPPB tetap komitmen memajukan perusahaan. Dikatakan Arie lagi saat memberikan bantuan dana ke Pondok Pesantren Darul Mutiah, Acara ulang tahun untuk tahun ini berbeda, yang biasanya kita mendatangkan anak-anak yatim ke kantor Pertamina. Tapi untuk saat ini kita yang bersilaturahmi ke mereka. Alangkah lebih afdol kita yang mendatangi mereka. Insya Allah ini sebagai salah satu bentuk bagian perjuangan kita. Bahwa dengan silaturahmi dan bersedekah insya Allah akan diberikan kemudahan untuk Pertamina, pekerja Pertamina, dan Indonesia. Kita berharap Pertamina masih menjadi Perusahaan Energi Kelas Dunia yang menjadikan kebanggaan Indonesia dan memberikan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia katanya. Memanfaatkan momentum hari ulang tahun ini mudah-mudahan para pengurus dan seluruh pekerja Pertamina dimanapun berada tetap menjaga kekompakan di kepengurusan, solid dengan jiwa korsa berjuang bersama- sama. Semoga kita semua tetap semangat untuk menghadirkan energi untuk negeri pungkas Arie Gumilar. Acara HUT Ke-19 FSPPB ini juga diisi dengan acara syukuran yang digelar di kantor pusat PT Pertamina dan pemberian bantuan ke Pondok Pesantren Darul Mutiah di wilayah Ciledug Tangerang Selatan. Bantuan dana dari insan pekerja FSPPB diterima langsung oleh pengasuh Pondok H. Abdus Syakur. Sumber : http://www.suarajournalist-kpk.id/nasional/di-usia-ke19-tahun-fsppb--komitmen-menjaga-energi-kedaulatan-energi-nasional-/